Thursday, April 7, 2011

The Most Bitter Pain of Growin' Up..

Entah ini effect dari kegalauan gw ato apa, tapi kemungkinan ini ada hubungannya dengan Anak Pembantu gw yang sedang mendapat perawatan intensif di Puskesmas, dan disaat gw mendengar berita itu Pembantu gw langsung ke Kendal secara tak terencanakan.. Tiba" terlintas didalam benak gw tentang Mama gw yang sudah meninggal beberapa bulan kemarin..

Sedikit Flashback..
Disaat beliau tertidur lemas dan tidak berdaya dikarenakan beliau tertimpa Kecelakaan Motor dengan modus "Tabrak Lari" tepat dihari perpisahan Guru" yg sedang KKN, gw sudah meneteskan keringat dingin dan hampir tidak percaya karena beliau tidak pernah menjalankan motornya diatas 50 km/hour.. Hampir setiap harinya sesudah pulang sekolah, gw langsung ke Rumah Sakit yang merawat beliau..

Sudah 1 Bulan beliau berada di Rumah Sakit dan ada kemajuan dalam kondisi beliau, tetapi suatu hari kondisi beliau drop dan harus mendapatkan perawatan intensif di UGD, tetapi sialnya UGD lagi penuh dan beliau harus menunggu sampai beliau dipanggil.. Disaat itu gw pulang bersama kakak gw ke rumah untuk Istirahat...

Disaat pagi buta, gw dibangunkan oleh tetangga dan mendapatkan bahwa Mama gue sudah dipanggil oleh yang maha kuasa.. disaat itu gw diem lama, It make me Think. Ketika salah satu dari keluarga lo meninggal, disaat itu juga kita sadar bahwa, we are not invincible. Sebagai anak 'ragil' yang memang sangatlah manja dengan Mamanya, Gw memang selalu berpikir "Well men, gw udah 14 tahun! gw udah gede dan bisa njaga diri sendiri!". Sekarang kematian Mama gw ini seperti semacam wake-up call bagi gw.. Bahwa no, gw masih kecil dan belom bisa apa", and i not invincible anymore..

So, mayat Mama gw diantarkan ke Kendal. Tempat kelahirannya.. Dan ya, tempat terakhir dia di istirahatkan untuk selamanya..

Dan sewaktu gw di prosesi pemakaman Mama gw, ternyata ada Paman, Tante & Sepupu gw, dan orang" sekitar Rumah Nenek gw yang hampir tidak gw kenal semua.. Bermacam-macam orang dateng ke sana, tapi mereka punya satu kesamaan : they wanted to see her for the last time. Mereka kenal dan sayang kepada Mama gw. Mereka juga menyayangkan kenapa hidupnya harus selesai sekarang..

And then i saw her di pembaringan, smiling peacefuly, kayak tidur nyenyak. So, this is death, Mom? Is it this Peaceful?

And u know what? Duduk diantara Papa, kakak, sepupu, paman, tante, dan kerabat lainnya menangis membuat gw menangis.. I can't help to wonder : gimana ya pemakaman gw nanti? Yes, gw kadang suka berkhayal disaat galau, Apa banyak yang datang? Apa ada yang datang? Apa yang mereka bakal bilang tentang gw? Apa kenangan yang mereka inget tentang gw?


Kadang gw merasa, kematian adalah topik yang sensitif untuk kita.
Sesuatu yang "ada" tapi selalu kita lupakan keberadaannya.
We Life, but We denying of death.


Kita hidup seakan Kematian itu tidak exist, Kita makan, kita bercanda, kita jatuh cinta. We forget about death. We are too busy with our distraction. But it's exist. And when it hits, it hits hard like a barrage of big rock falling from sky.. Gw udah kehilangan Kakek gw. Itu sekali. Kehilangan temen SD gw. Itu dua kali. But i never feel this sad kehilangan Mama gw yang satu ini. Gak tau kenapa. Mungkin karena gw kehilangan Kakek gw sewaktu gw masih bayi? Atau gw ndak terlalu deket sama temen gw? Atau mungkin, Mama gw ini, yang sudah gw anggep sebagai my first woman that i ever loved, yang tadinya ceria, baik, jarang sekali marah, dan yang tadinya Invincible tapi akhirnya bisa-bisanya dipanggil oleh yang Maha Kuasa disaat gw masih kecil dan masih sangatlah mengandalkan kedua orangtuanya? I dunno..


Sesudah dari prosesi pemakaman, gw pulang bersama keluarga gw ke Kudus, gw merasa kecil. Gw merasa gw harus make something out of life. Badan ini dipinjamkan. Setiap tarikan napas, adalah satu tarikan nafas lagi mendekati kematian. Kita harus membuat lebih banyak karya, entah itu apa. Lebih banyak menikmati hidup, untuk lebih banyak mengambil kesempatan. Hidup ini cuman sekali. Akan sangat sayang untuk kita buang begitu aja. We have to enjoy our life..


And, mungkin gw suatu hari nanti bakal mati, tapi gw pengen ngebuat sesuatu yang nggak bakal mati, entah itu apa. Takdir berada ditangan tuhan, dan kita hanya harus berusaha saja.. Kata Oscar Wilde, "One can survive everything nowadays, except death, and live down anything, except a good reputation". Yes, I need to make that reputation..


Mama gw itu,
tidak akan gw lupain..

Gw juga ndak mau dilupakan,
Gw ndak mau menjadi sebuah nama yang akan hilang begitu saja..

Nama yang di pajang di sebuah batu nisan, yang mungkin pertama-tama sering dikunjungi..
Namun lama" semakin jarang, hingga akhirnya hanya disaat menjelang bulan puasa..
Nama di sebuah batu nisan yang berlumut. Usang. Bau. Dan ditakuti orang yang lewat..

Dan sewaktu hidup, gw ndak mau menjadi semacam jiwa yang hanya menyesaki bumi ini..
Sama" makan, tidur, berak, berbicara, berjalan.. Untuk apa?

Gw mau jadi Spesial dimata orang".
Or, I want to die special

Farewell Mom,
You are so special to me..